Thursday, August 9, 2012

Review dan Spesifikasi Motorola Defy XT , Ponsel Android Elegan nan Tangguh
















Vendor smartphone semakin memoles kemampuan produk besutannya. Mulai dari prosesor, desain, sistem operasi, hingga keunggulan lain seperti antiair, yang semuanya dihadirkan untuk memberikan performa baik bagi perangkatnya. Tak terkecuali yang dilakukan Motorola dengan Defy XT.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini memberikan highlight ponsel berbasis Android Gingerbread tersebut dengan Thin, Life Proof and Looking For Fun. Berikut ulasan okezone tentang ponsel yang diklaim antiair, antidebu, dan antigores ini.

 Desain

Dari sisi desain, ponsel yang dibanderol seharga Rp2,8 juta ini bisa dikatakan cukup sederhana dan terlihat elegan karena warna black dust yang membalut body. Tanpa ada satu pun tombol fisik di bagian depan perangkat, Defy XT juga terlihat sangat meminimalisir kehadiran tombol di setiap sisi ponsel.

Hanya ada dua tombol volume di sisi kanan, dan satu tombol on/off di bagian atas ponsel, yang bersebelahan dengan port 3.5 mm audio jack. Sedangkan di sisi kiri, seolah menjadi tempat eksklusif karena hanya dihiasi oleh port USB.

Masih dibagian depan perangkat, tepatnya di bawah layar terdapat baris kecil yang merupakan audio ponsel. Sedangkan di atas audio tadi, merupakan letak tombol menu, home, back, dan pencarian.

Memiliki ukuran layar 3,7 inci, ponsel ini terasa nyaman digenggam karena bentuknya yang tidak terlalu besar. Terlebih lagi, bagian belakang perangkat yang dibuat dari material khusus terasa lembut ketika digenggam. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, bisa menjadi pilihan untuk pengguna yang tidak menyukai ponsel Android yang belakangan ini banyak muncul dengan ukuran  jumbo.

Dibagian belang ponsel ini juga merupakan letak kamera utama dengan resolusi 5 MP, yang berdampingan dengan flash disampingnya. Sedangkan untuk kamera depan VGA ada di kanan atas di bagian depan ponsel.

Performa

Salah satu kemampuan yang menarik dari Defy XT adalah antiair. Meski bukan ponsel antiair satu-satunya di dunia, tapi dengan kemampuan bisa bertahan di kedalaman satu meter selama 30 menit yang ditawarkan cukup menjanjikan.

Okezone pun menjajal kemampuan anti air ponsel ini dengan merendam perangkat tersebut pada kedalaman sekira 15 cm selama 15 menit. Ketika direndam, Defy XT masih dalam posisi on, tanpa perlu menonaktifkan ponsel terlebih dahulu.

Hasil dari uji coba yang dilakukan pun terbukti sama dengan klaim Motorola, bahwa ponsel ini masih tetap bertahan ketika direndam di dalam air. Setidaknya dengan kemampuan anti air ini, asalkan penutup ponsel dipastikan tertutup rapat, maka Defy XT bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang kerap beraktifitas di perairan.

Bukan hanya antiair, ponsel ini juga anti gores mengingat hadir dengan Corning Gorilla Glass. Ketika dicoba digores dengan ujung pulpen yang cukup runcing, layar tidak tergores atau tidak ada bekas goresan.

Dengan prosesor 1,5 GHz, Defy XT cukup lancar ketika dijajal membuka banyak aplikasi yang dilakukan secara terus menerus tanpa jeda, hanya perlu menunggu tidak lebih dari dua detik. Untuk urusan mengetik, keyboard virtual yang berukuran tidak terlalu besar,  masih terasa nyaman digunakan karena tidak terlalu sering terjadi kesalahan pengetikan. Tapi, salah pengetikan di keyboard virtual bisa diatasi jika pengguna sudah terbiasa menggunakannya.

Kemampuan yang sangat disayangkan pada ponsel ini adalah kamera yang kurang mumpuni. Resolusi 5 MP yang ditawarkan ternyata tidak cukup menjanjanjikan untuk memberikan pengalaman imaging yang sempurna.

Ketika dijajal memotret dengan pencahayaan yang cukup terang, memang hasil foto terlihat cukup baik, meski noise masih menghiasi hasil jepretan kamera utama beresolusi 5 MP tersebut. Apalagi ketika memotret diruangan dengan pencahayaan rendah, meski flash sudah diaktifkan untuk memberikan pencahayaan lebih, tapi sayangnya noise tidak bisa dihindari karena terlihat dengan jelas.

Noise pun terlihat sangat jelas ketika memotret menggunakan kamera depan, tapi ini cukup bisa dimaklumi mengingat kamera yang ditawarkan hanya VGA.

Meski adanya kelemahan diurusan membidik objek, tapi layar terasa sangat nyaman ketika digunakan. Ketika melakukan sapuan di layar dari atas ke bawah, atau pun bermain game seperti Fruit Ninja, dan berselancar di dunia maya, tidak ditemui terjadinya lag. Sapuan dilayar sangat nyaman dilakukan dan terasa licin, bahkan dalam waktu yang cukup intens digunakan tidak terasa panas di bagian layar hanya terasa hangat dibagian belakang perangkat.

Beranjak dari urusan layar, kini bagaimana dengan kemampuan audio Defy XT? Hasilnya, ketika dijajal mendengarkan musik, pengalamanan yang ditawarkan sangat berbeda antara menggunakan headset dan tidak. Audio yang ditawarkan terdengar lebih baik ketika menggunakan headset, ketimbang langsung mendengarkan musik dari speaker.


Kelebihan-Antiair

-Body nyaman digenggam

-Desain sederhana tapi berkelas

Kekurangan

-Noise di hasil foto terlihat jelas

-Kualitas audio yang tidak begitu kencang

-OS Masih Gingerbread


Spesifikasi

- OS Android 2.3 (Gingerbread)

- Layar 3,7 inci (480 x 854 FWVGA) Corning Gorilla Glass

- Jaringan 850/2100 UMTS; 850/900/1800/1900 GSM; GPRS/EDGE Class 12

- Kamera belakang 5 MP (4x zoom dengan auto focus), kamera depan VGA

- Baterai 1650 mAh dengan waktu standby hingga 20 hari

- WiFi 802.11 b/g/n, GPS, Micro USB charging and data (USB 2.0 HS)

- 3.5 MM AUDIO JACK

- ROM 1 GB, 512 MB memori internal RAM bisa diekspansi hingga 32 GB dengan micro SD.
read more...

Friday, August 3, 2012

Mempercepat Buffering Pada Video Youtube














Dalam menikmati video kita selalu diganggu oleh yang namanya buffering… atau transfer dari server yang sangat menjengkelkan, apalagi jika koneksi internet yang kita gunakan terbilang lelet. Sedang enak-enaknya nonton tiba-tiba video berhenti, selang 3 detik berhenti lagi. gimana engga…

Ada beberapa cara untuk menikmati video streaming tanpa buffering terlebih dahulu. Saya akan berikan salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk menunjang kebiasaan anda menonton video live dari internet.

pertama saya juga kesel sih..lagi mau belajar photoshop di youtube kok malah lola,setelah googling,akhirnya nemu deh,cara untuk nonton video youtube tanpa buffering.

berikut caranya... 

1. pertama Klik Start, lalu klik Run 
Ketik kata kunci, "system.ini"
Setelah muncul windows baru yaitu Notepad. nanti muncul kayak gini gan(menurut PC ane sih)

; for 16-bit app support

[drivers]
wave=mmdrv.dll
timer=timer.drv

[mci]
[driver32]
[386enh]
woafont=dosapp.FON
EGA80WOA.FON=EGA80WOA.FON
EGA40WOA.FON=EGA40WOA.FON
CGA80WOA.FON=CGA80WOA.FON
CGA40WOA.FON=CGA40WOA.FON


2. nah kalau ketemu kayak gini tambahkan kata ini dibawah kalimat yang atas

page buffer=1000000Tbps
load=1000000Tbps
download=1000000Tbps
save=1000000Tbps
back=1000000Tbps
search=1000000Tbps
sound=1000000Tbps
webcam=1000000Tbps
voice=1000000Tbps
faxmodemfast=1000000Tbps
update=1000000Tbps

3. Sehingga, pada system.ini akan berisi seperti ini

; for 16-bit app support 

[drivers]
wave=mmdrv.dll
timer=timer.drv

[mci]
[driver32]
[386enh]
woafont=dosapp.FON
EGA80WOA.FON=EGA80WOA.FON
EGA40WOA.FON=EGA40WOA.FON
CGA80WOA.FON=CGA80WOA.FON
CGA40WOA.FON=CGA40WOA.FON

page buffer=1000000Tbps
load=1000000Tbps
download=1000000Tbps
save=1000000Tbps
back=1000000Tbps
search=1000000Tbps
sound=1000000Tbps
webcam=1000000Tbps
voice=1000000Tbps
faxmodemfast=1000000Tbps
update=1000000Tbps

4. kalau sudah ni save aja langsung, abis tu restart deh komputer atau laptop agan
jrang-jreng lihat hasilnya...

tapi saran saya,lebih baik anda menggunakan Mozila Firefox biar hasilnya lebih maksimal....
read more...

Friday, July 27, 2012

SPESIFIKASI SONY XPERIA P


















Spesifikasi Sony Xperia P :
Harga : 449 Euro
OS: Android 2.3 (Gingerbread), bisa upgrade Ice Cream Sandwich (kuartal kedua 2012)
Prosesor: Dual Core 1 GHz U8500
Layar: 4 inci (960x540 piksel), layar Reality Display dengan Mobile Bravia Engine dan teknologi WhiteMagic
Kamera dan video: belakang 8 MP (LED) dan perekam video HD (1080p)
Memori internal: 16 GB, RAM: 1 GB
Konektivitas: Dukungan USB 2.0, HDMI, Bluetooth, NFC
Baterai: - waktu bicara hingga 6 jam dan waktu siaga hingga 475 jam


Sony Mobile Comunications kembali memperkenalkan keluarga Xperia NXT lainnya, yaitu Xperia P. Meski bukan produk yang paling premium dibandingkan Xperia S, tapi tentunya Xperia P juga memiliki pesona untuk memikat para pecinta gadget.

Desain


Sony seakan ingin memberikan kesan tersendiri pada seri Xperi NXT, karena kemiripan desain Xperia P dengan Xperia S. Tapi sayangnya, sekilas bisa dikatakan tidak ada perbedaan yang mencolok antara desain Xperia S dan Xperia P. Permukaan ponsel tetap “mulus”, tanpa adanya kehadiran tombol fisik, di mana semuanya terletak di sisi kanan perangkat.

Pada sisi kanan ponsel terdapat tiga tombol yang berfungsi untuk on/offvolume, dan kamera. Bukan hanya ketiga tombol tadi, di sisi kanan juga terdapat speaker dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Tapi meski ukuran speaker yang tidak terlalu besar, suara tidak terdengar sember dan nyaman ketika mendengarkan musik. Sedangkan audio jack juga bertengger di bagian atas ponsel.

Beralih ke sisi kiri ponsel, hanya ada dua port yaitu USB dan HDMI. Karena Xperia P merupakan ponselunibody (baterai tidak bisa dilepas), maka slot micro SIM diletakkan di sisi yang sama dengan port USB dan HDMI. Sebagai catatan, untuk bisa menggunakan Xperia P ini, maka pengguna harus menggunakan micro SIM.

Dengan unibody alumunium, Xperia P berhasil mendapatkan kesan premium pada ponsel yang dibanderol seharga Rp4,2 juta ini. Lalu bagian belakang ponsel yang terasa sedikit melengkung juga nyaman saat digenggam. Selain itu, kenyamanan menggunakan Xperia P juga didukung dengan beratnya yang hanya 120 gram.

Masih sama dengan Xperia S, Xperia P juga memiliki desain ikonik berupa garis transparan  dengan backlight putih yang melingkari bagian bawah ponsel. Bukan sekedar menjadi hiasan, tapi garis transparan tersebut berfungsi sebagai tombol backhome, dan menu.

Performa

Didukung Reality Display 4 inci (960 x 540) dengan Mobile BRAVIA Engine, dan teknologi layar WhiteMagic memang terbukti memberikan tampilan yang jernih dan cerah. Ponsel berbasis Android 2.3 (Gingerbread) ini memiliki layar sentuh yang terasa nyaman ketika melakukan sapuan di layar.

Bukan hanya tampilan layar yang terlihat jernih dam cerah. Untuk menonton video, maka layar yang jernih tadi menjadi mendukung yang tepat ketika menonton video HD pada ponsel. Ketika dijajal menonton video HD, video tampak jernih dengan warna yang tampak kontras dan jelas.

Ponsel yang didukung prosesor dual-core 1GHz ini juga nyaman ketika digunakan membuka aplikasi, seperti ketika dijajal bermain game, ponsel tetap berjalan dengan baik. Selain itu ketika digunakan dalam waktu yang cukup nyaman, layar juga tidak terasa panas.

Mengusung kamera belakang 8MP dengan auto fokus, hasil jepretan Xperia P terlihat jernih. Meski begitu, yang perlu diperhatian ketika pengguna memotret dengan pencahayaan kurang karena noise masih terlihat di hasil foto.

Sony memang memanjakan penggunanya dalam urusan membidik objek dengan memberikan pengalaman lebih bagi pengguna. Adanya kamera 3D menjadikan pengalaman mengabadikan momen dengan kamera Xperia P menjadi lebih menyenangkan.

Untuk bisa menampung data pengguna, Xperia P memiliki memori internal 16 GB. Meski memiliki memori internal yang cukup besar, sayangnya Xperia P tidak memiliki slot MicroSD untuk menambah keleluasaan ruang penyimpanan.

read more...

Thursday, July 26, 2012

Review Laptop Acer Slime Aspire V5, Minim Ukuran Maksi Akselerasi














Spesifikasi Harga

Prosesor : Intel Core i5-2467 1.60 Ghz

Video Card : Nvidia Geforce GT 620M 1GB

Sistem Operasi : Windows 7 Home Premium 64 bit RAM : 4 GB

Media penyimpanan : 500 GB

Lain-lain : DVD RW, Camera,Wi-Fi, Bluetooth, Card Reader.

Harga : Rp. 5.599.000

Acer resmi meluncurkan seri Notebook Aspire V5 di Jakarta (1/6/2012) lalu.
Melalui Notebook anyarnya ini, perusahaan asal Taiwan tersebut mengklaim,
Aspire V5 merupakan Notebook tertipis yang ada di pasaran. Disisi lain Acer
 juga mengkalim Notebook besutannya sebagai produk kelas menengah
dengan harga yang ekonomis. Namun, bagaimana performa kompuer jinjing
besutan Acer kali ini, berikut ulasannya.

Desain

Aspire V5 dikeluarkan dengan tiga varian warna yaitu, Airy Blue, Hazy Purple
 dan Misty Silver. Redaksi Okezone memperoleh seri Aspire V5 dengan balutan
 warna Misty Silver. Dari sisi desain tidak terlalu terlihat istimewa, meskipun
pada Notebook Aspire V5 memiliki tampilan yang lebih ringkas dan simple namun
tetap kokoh.

Dari segi bobot, Aspire V5 memiliki bobot yang relatif lebih ringan dari notebook
 keluaran vendor lain. Aspire V5 ini hanya berbobot 2.30 kg, ya mungkin
pemangkasan yang coba dilakukan Acer ini untuk mendukung mobilitas
penggunanya yang gemar beraktivitas di luar.

Aspire V5 memang dapat dikatakan lebih ramping dari produk keluaran vendor lain.
Pasalnya Berbeda dengan notebook biasa, meski menggunakan layar 14 inci (1366×768)
serta  ketebalan 23mm. Body Aspire V5memiliki 2mm lebih tebal dibandingkan standar
Ultrabook.

Sementara itu, desain keyboard pada Aspire V5 dapat dikatakan cukup nyaman, pasalnya
desain tuts yang renggang membuat presisi yang cukup saat mengetik. Kemudian,
touchpad-nya memang mengadopsi touchpad pada ultrabook Acer. Touchpad ini
cukup responsif dan nyaman ketika digunakan, lantaran ukurannya yang relatif besar
dengan tombol klik kanan dan kiri yang terintegrasi di sisi kanan, kiri bagian bawah.

Performa

Dengan menyematkan dapur pacu berupa prosesor Intel Core i5 memang membuat
genjotan Notebook besutan Acer ini memiliki performa yang bisa dibilang cukup mantap.
Pasalnya, ketika dilakukan pengujian dengan bermain game kelas menengah seperti Fifa 12
 dan Need for Speed, Notebook ini dapat menghasilkan kinerja yang mantap,
meski menggunakan mode high quality serta dengan resolusi maksimum 1366×768 piksel.

Mungkin performa tersebut sejalan berkat kerja kompak prosesor Core i5 dengan
kartu grafis Nvidia Geforce GT 620M dengan kapasitas 1 GB, sehingga
memberikan pengalaman yang cukup baik saat bermain game. Tentu saja performa
 mantap tersebut tak lepas dari dukungan RAM 4 GB.

Walaupun dapat dikatakan cukup mantap saat bermain game,  ada sedikit
catatan di tombol arah padakeyboard, pasalnya jarak tuts-nya yang cukup renggang,
menyebabkan kondisi yang kurang nyaman jika memainkan game simulasi sepakbola
seperti Fifa 12.

Selain dicoba untuk memainkan beberapa judul game, Okezone juga mencoba
melakukan pengujian dalam hal multimedia. Saat menonton video high definition (HD)
cukup memuaskan. Pasalnya, dengan mengusung layar 14 inci membuat mata
dimanjakan dengan resolusi yang cukup besar. Terlebih dengan penyematan
Dolby Home Theater sehingga menghasilkan rekayasa suara yang cukup “gahar”
dan menghasilkan detil instrumen yang terdengar sangat baik.

Setelah berbicara soal performa, lalu bagaimana dengan ketahanan baterai Aspire V5?
Dari pengujian yang dilakukan dengan cara manual, Aspire V5 dapat bertahan hidup
sekira 5 Jam. Dengan catatan hanya menjalankan tugas-tugas ringan seperti melakukan
 pekerjaan dengan MS Office tanpa menggunakan koneksi internet tentunya.

Kemudian, saat diajajal bermain game, sayangnya daya tahan baterai Aspire V5 hanya
 bertahan sekira dua jam. Namun, jika Anda ingin bermain game lebih lama disarankan
melepas baterai laptop dan memasang alat pengisian.

Sementara itu dalam hal konektivitas, Anda tak perlu khawatir, rupanya Acer telah
mengantisipasinya dengan baik dengan memberikan konektivitas lengkap dengan
memberikan tiga USB port di bagian kiri dengan dua port USB 2.0 dan satu port USB
 3.0. Kemudian tak lupa terdapat port jack stereo 3.5 inci, konektor HDMI dan
satu port untuk untuk memasangkan adaptor combo LAN dan VGA.

Kesimpulan

Dengan Spesifikasi yang ditawarkan dan perfoma yang dihasilkan Notebook Aspire V5.
 Perangkat ini dapat mengisi daftar belanja gadget Anda. Meskipun, ada beberapa
catatan seperti daya tahan baterai dan keyboard jika Anda ingin menggunakan laptop
ini untuk bermain game. Saat ini, Notebook Slim Aspire V5 ini telah tersedia di gerai-gerai
penjualan. Seperti yang diterangkan di awal Acer meluncurkan tiga varian warna yaitu,
Airy Blue, Hazy Purple dan Misty Silver.

read more...

Harga dan spesifikasi LG Optimus L7, Smartphone Mewah Harga Menengah













Spesifikasi

Harga : Rp 2.999.000
Prosesor: 1 GHz Cortex-A5 dengan GPU Adreno 200
Layar: TFT Capacitive Touch Screen 4.3"
Kamera : 5 MP (2592 x 1944 pixels) autofocus, LED flash
Sistem operasi: Android 4.0.3 (Ice Cream Sandwich)
Dimensi : 125.5 x 67 x 8.7 mm
Bobot: 122 g
Media penyimpanan: microSD, up to 32 GB, 4 GB storage (2.4 GB user available), 512 MB RAM
Baterai: Li-Ion 1.700 mAh
Konektivitas: WiFi, Bluetooth, MicroUSB
Jaringan: GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 dan  HSDPA 900 / 1900 / 2100


LG Optimus L7 menempati kasta teratas di antara lini produk L-series besutannya.
 Smartphone yang ditenagai sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich ini hadir 
berbentuk kotak dengan balutan logam di bagian sisinya.

Namun, ini bukanlah yang termutakhir dari LG, terutama bila disandingkan dengan smartphone high-end Samsung Galaxy S III atau HTC One X. LG Optimus L7 merupakan 
smartphone dengan rentang harga menengah plus cita rasa mewah.

Body smartphone ini tergolong tipis dengan ukuran sekira 8,7 milimeter, sehingga mudah 
diselipkan ke kantung. Bobotnya pun terasa ringan sekira 122 gram dengan kerangka tubuh
 yang kokoh. Saat digenggam, body Optimus L7 terasa nyaman dan pas di tangan.

LG membenamkan layar 4,3 inci WVGA berketajaman 800x480 dengan satu tombol fisik di 
bagian bawah layar. Sisi kanan dan kiri tombol fisik tersebut terdapat ikon sentuh back dan 
menu. Sementara itu di bagian atas layar, pengguna bisa menemukan sebuah kamera VGA 
yang menghadap ke depan serta sebuah sensor cahaya.

Tombol power atau lock diletakkan di bagian kanan atas Optimus L7. Di bagian kiri atasnya
 terdapat sebuah jack headphone 3,5 milimeter. Tombol power ini kadang terasa agak sulit
 dijangkau karena bentuk Optimus L7 yang kotak. Namun tombol volume yang terletak di 
bagian kiri body Optimus L7 terasa lebih mudah dijangkau.

Di bagian bawah body Optimus L7, pengguna bisa menemukan sebuah port microUSB 
dan lubang kecil untuk mikrofon. Port microUSB ini berfungsi untuk menghubungkan ke  
charger ataupun ke PC.

Jika membalik smartphone ini, akan terlihat sebuah kamera 5 megapixel bertengger di sisi atas coverbelakangnya. Kamera ini sudah dilengkapi oleh flashCover belakang Optimus L7 
terbuat dari plastik dan dirancang dengan tekstur sederhana. Untuk membuka cover ini sedikit 
merepotkan karena pengguna harus menyelipkan kuku jari di antara kerangka body dan cover.

Kinerja Standar

Ketika pertama kali menyalakan Optimus L7, yang paling menarik adalah kejernihan dan 
kontras tampilan layar. Smartphone ini pun sudah dibekali dengan pemutar video yang bisa
 memutar film berformat DivX/Xvid/MP4/H.264/H.263/WMV. Selain itu, kemampuan baterainya
 termasuk tangguh.

Okezone mencobanya dengan memutar film Pirates of The Carribean: On Strangers Tide yang 
berdurasi 2 jam lebih dan memiliki resolusi 1280x544. Pemutar filmnya menggunakan MX Player. 
Baterai yang dihabiskan untuk menonton film dengan format .mkv tersebut sampai selesai hanya
 sekira 48 persen. Pemutaran film ini berlangsung mulus dengan tampilan gambar yang enak dipandang.

Sayangnya, ketika digunakan untuk menonton trailer film The Dark Knight Rises
 versi High Definition (1920x800) gambar yang diputar putus-putus. Suara pun kurang 
sinkron dengan gambar.

Smartphone ini cenderung agak lamban dalam merespon. Misalnya dalam jeda ketika membuka menu, walaupun tidak sering, kadang layar akan terhenti sekira satu atau dua detik, kemudian jeda 
ketika membuka menu kamera sampai siap menjepret foto cukup lama sekira dua detik. 

Ketika Okezone menggunakannya untuk memainkan permainan Frontline Commando, l
oading game terasa lamban. Saat mengklik Start Mission sampai memulai permainan, kurang lebih loading terjadi selama satu menit.

Di luar soal loading tersebut, pada level-level awal, permainan bisa berjalan dengan lancar
 dan mulus. Namun ketika level semakin tinggi dan musuh semakin banyak, kadang
 permainan terkendala dengan layar yang terhenti sekejap. Hal ini tidak sampai membuat 
permainan terhenti atau tidak bisa berjalan, tapi cukup mengusik kenyamanan.

Untuk memainkan Frontline Commando terus menerus tanpa jeda, baterai bisa bertahan sekira 7 jam. 
Bagian belakang casing memang menjadi hangat, namun ini belum sampai pada tahap mengganggu.


Jika digunakan untuk permainan standar seperti Angry Birds Space, Optimus L7 bisa 
menjalankannya tanpa kendala.

Sedangkan ketika digunakan untuk menelefon, suara yang keluar dari earpiece-nya cukup nyaring 
untuk tetap terdengar di tempat yang ramai. Penerima panggilan pun bisa mendengar suara 
pemanggil dengan jelas.


read more...

Sunday, July 8, 2012

Review ASUS PA248Q, Perpaduan Teknologi Canggih & Fitur menarik


Perangkat monitor didesain oleh berbagai vendor hardware dengan menampilkan berbagai keunggulan, salah satunya menawarkan keunggulan dari sisi luas layar. Beberapa vendor memberikan perhatian khusus yang tidak hanya menawarkan monitor dengan ukuran layar yang lapang untuk memanjakan mata penggunanya, tetapi juga fitur, spesifikasi maupun kelengkapan port yang terdapat pada perangkat display tersebut.

Adalah ASUS yang mencoba menyuguhkan lini produk monitor terbarunya, seri ASUS PA248Q ProArt. Monitor tersebut memiliki sejumlah port yang cukup lengkap, seperti empat buah USB 3.0, HDMI, DVI serta DisplayPort. Selain itu, monitor ini juga dirancang dengan beberapa sendi yang membuatnya mampu untuk diputar atau dimiringkan ke berbagai arah.

Mengusung layar 24 inci, bagian tepi pada monitor ini menampilkan layaknya penggaris dengan satuan inci yang terletak di sisi horizontal dan vertikal pada layar. Monitor beresolusi layar 1920 x 1200 (16:10) dengan teknologi IPS LED-backlit panel ini dilengkapi dengan soket earphone, serta mendukung tampilan full high definition (HD), 480p, 576p, 720p, 1080i/p.

Ketika Okezone mencoba menyalakan dari posisi off, monitor dengan berat 6,4 kilogram yang menampilkan teknologi IPS panel dengan Viewing Angle (sudut pandang dari mata menuju layar) hingga 178 derajat ini, hanya membutuhkan waktu 5 detik untuk proses boot-nya. Keseluruhan body monitor hadir dengan warna hitam elegan, hanya di bagian tepi bawahnya, tepat di bawah logo ASUS, terdapat garis memanjang berwarna merah.

Bila dilihat dari desain maupun kelengkapan fitur beserta port yang terdapat pada monitor ini, ASUS membidik para profesional yang gemar melakukan aktivitas layout gambar serta fotografer. Akan tetapi, layar yang cukup luas dapat dimanfaatkan juga untuk menambah serunya ketika Anda menyaksikan film atau bermain game.

Monitor LCD ini memiliki color reproduction 100% sRGB yang menawarkan kualitas ketajaman warna dengan A+ IPS panel, serta beberapa inovasi ASUS seperti fitur Quickfit, Splendid, navigasi 5-way dan kemampuan sendi yang dirancang untuk dapat menggerakan layar ke berbagai arah.

Layar PA248Q bisa Anda posisikan menunduk ke bawah atau sebaliknya, dengan sudut kemiringan dari 20 hingga minus 5 derajat. Anda juga bisa memutar ke kiri atau ke kanan dengan batas sendi hingga 60 derajat. Selain itu, ketinggian monitor ini juga bisa Anda posisikan, dengan range hingga 10 sentimeter. Bahkan, monitor ini dirancang dengan sendi putar yang dapat memiringkan layar hingga 90 derajat. Sehingga, layar yang sebelumnya dalam posisi lanskap, menjadi portrait.

Terdapat sejumlah tombol yang tertampil di bagian kanan bawah monitor. Tombol tersebut antara lain, Quickfit (navigasi 5-way), Menu, Pintasan 1 (OSD), Pintasan 2 (OSD), S/A untuk mengatur mode kecerahan layar seperti standar, sRGB, Scenery, Theater, User Mode 1 dan 2. Kemudian di bawah tombol S/A, terdapat tombol yang berfungsi untuk men-switch dari VGA, DVI, HDMI serta DisplayPort. Tombol power berada di urutan paling bawah yang berfungsi untuk menyalakan dan mematikan monitor.

PA248Q memiliki empat buah USB 3.0 yang memberikan kemampuan transfer data cepat hingga 10 kali lipat ketimbang USB 2.0 standar. Untuk menggunakan port USB 3.0 itu, Anda harus memasang ujung kabel upstream USB yang lebih kecil (jenis B), ke port upstream USB  pada monitor, lalu ujung yang lebih besar (jenis A), ke port USB di komputer.

Monitor ini juga memiliki soket earphone, namun tidak memiliki output speaker secara built-in. Sehingga, diperlukan speaker eksternal (headphone atau speaker set). Untuk menggunakan earphone, hanya bila kabel HDMI atau Displayport tersambung: sambungkan ujung konektor ke soket earphone monitor.

ASUS PA248Q ProArt memiliki fitur Smart Contrast Ratio 80.000.000 : 1 dan kecerahan 300cd/m2, sehingga monitor mampu mengukur backlight untuk mendapatkan kesesuaian darkness hitam dan brightest putih.  Dengan fitur tersebut, monitor mampu menampilkan detail kontras dan ketajaman terbaik. Selain itu, fitur Ultra-Smooth Visuals yang disematkan juga dapat memberikan visual ultra halus dengan respon waktu 6ms (GTG), agar pengalaman ketika menonton film atau bermain game tidak mengalami lag (putus-putus), serta menampilkan detail grafis secara penuh dan warna yang lebih asli.

PA248Q juga dibekali fitur Customized Color Adjustment, yang memungkinkan kontrol hue dan saturasi dengan pengaturan enam warna, yakni merah, hijau, biru, cyan, magenta dan kuning. Tidak hanya itu, fitur Picture-in-Picture (PIP) and Picture-by-Picture (PBP) yang dimiliki monitor ini memungkinan pengguna untuk melihat gambar dari sinyal yang berbeda. Sementara untuk fitur QuickFit Virtual Scale Function, memungkinkan Anda untuk melihat preview foto atau dokumen pada layar dengan ukuran aktual. Format preview yang mendukung itu antara lain, Dokumen: A4 dan Letter. Foto: 8”x10”, 5”x7”, 4”x6”, 3”x5”, 2”x2”, serta Grid: inci, sentimeter dan alignment.

KESIMPULAN
Monitor dengan ukuran layar lebar selalu menjadi pilihan utama untuk mendapatkan pengalaman penggunaan komputer terbaik. Khususnya pada ASUS PA248Q, monitor ini tidak hanya menampilkan display berukuran 24 inci, tetapi juga dilengkapi dengan teknologi maupun fitur yang ditanamkan di dalamnya. Penggunaan dalam waktu yang lama (menatap ke layar monitor), juga tidak membuat mata Anda cepat lelah, karena dengan ukuran lebar layar yang diusung ini, menampilkan teks maupun gambar dengan ukuran yang bisa dimaksimalkan pula. Selain itu pengaturan tingkat mode kecerahan PA248Q dapat disesuaikan dengan mudah melalui tombol S/A.

Mendukung berbagai pekerjaan dan aktivitas di depan Personal Computer Anda, ASUS PA248Q bisa menjadi pilihan yang tepat untuk para profesional serta bagi mereka yang gemar bermain game dan menonton film/video. Perihal harga, website Idealo menampilkan banderol untuk perangkat monitor ASUS PA248Q seharga 381,59 poundsterling atau sekira Rp5,4 juta.

Spesifikasi ASUS PA248Q
Panel Size: Wide Screen 24.1"(61.13cm) 16:10
Panel Type : IPS
True Resolution : 1920x1200
Pixel Pitch : 0.270mm
Brightness(Max) : 300 cd/m2
ASUS Smart Contrast Ratio (ASCR) : 80000000:1
Viewing Angle : 178°(H)/178°(V)
Display Colors : 16.7M
read more...

BlackBerry App World Tumbuh Lebih Cepat Ketimbang App Store

detail berita

CALIFORNIA - Menurut data terbaru, tiga miliar aplikasi telah didownload melalui BlackBerry App world. Pertumbuhan ini sekaligus mencatatkan BlackBerry App World tumbuh lebih cepat dari toko aplikasi lain, seperti App Store dan Google Play.

Data yang dirilis Research In Motion (RIM) melalui BlackBerry blog itu, sekaligus mematahkan kabar jika smartphone besutan RIM dan PlayBook tidak memiliki aplikasi yang cukup untuk menunjang kedua perangkat tersebut.

Dilansir dari Techradar, Senin (9/7/2012), dalam 1.172 hari ada tiga miliar aplikasi, kemudian tiap hari rata-rata ada 2.5 juta aplikasi didownload di BlackBerry App World.

RIM Menulis, "Apa yang lebih penting dan mengesankan ialah jumlah unduhan aplikasi kami tiap hari terus meningkat. Butuh 786 hari  untuk menembus angka satu miliar, kemudian 210 hari untuk mencapai dua miliar dan hanya 176 hari untuk mencapai tiga miliar."

Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Kanada tersebut juga mengungkapkan, saat ini menyediakan 90 ribu aplikasi untuk dijual. Melalui pengumuman ini, terbukti BlackBerry App World tumbuh lebih cepat daripada App Store dan Google Play.
read more...